Gelar halal bi halal, SITQON Pamekasan lantik Ranting Toronan

Kegiatan Halal bi Halal, Majelis dzikir dan Pelantikan Pengurus Ranting SITQON Desa Toronan Pamekasan

Lapangan di Desa Toronan atau di depan Kediaman Ust. Makmun, (01/7) dipadati Jama’ah SITQON Pamekasan. Mereka yang datang dari berbagai tempat se Kabupaten Pamekasan, umumnya dengan busana putih ±1.500 orang yang terdiri Ikhwan Akhowat dan Simpatisan Tarekat Naqsyabandiyah Gersempal. Acara yang dikemas dengan Halal bi halal & Majelis Istghotsah PC. SITQON Pamekasan, merupakan kegiatan pembukaan setelah hari raya Idul Fitri 1439 H, dimana kegiatan tersebut akan terus menjadi program rutin bulanan pada bulan-bulan mendatang.

Bersamaan dengan kegiatan tersebut, Pengurus Ranting SITQON Desa Toronan dilantik dan diresmikan sebagai pengurus masa bhakti 2018-2023 dimana Pembaiatan dan pembacaan Ikrar pengurus dipimpin oleh Al-Mukarrom KH. R. Saifullah Ja’far (Ketua pendidikan & Dakwah SITQON Pusat).

Al-Arif Billah Hadrotus Syeikh KH. R. Ahmad Ja’far Abd. Wahid Qs (Pembina SITQON & Pengasuh PP. Darul Ulum II Al-Wahidiyah Gersempal Omben Sampang) sebelum melaksanakan Dzikir ”Mubaya’ah & Tawajjuh” Ikhwan Akhowat Naqsyabandiyah Ahmadiyah Mudzhariyah Gersempal memberikan tausiyah, diantaranya”…Alhamdulillah di bulan ini masih dalam suasana Idul Fitri, dimana tradisi kita umat Islam Indonesia mengadakan halal bi halal … artinya saling maaf-memaafkan. Beliau Qs. juga memohon maaf kepada para jama’ah, serta mema’afkan para jama’ah… Beliau Qs. Bercerita bahwa Rosulullah SAW. Beberapa hari sebelum meninggalnya, dalam sebuah riwayat pada hari rabunya beliau SAW keluar dari kediamannya dan naik ke atas mimbar, dimana beliau SAW bersabda yang didahului dengan ucapan tahmid kepada Allah SWT… yang artinya siapa diantara kalian, jika mungkin aku pernah memukul diantara kalian, maka balaslah sekarang… Aku tidak ingin menghadap Allah SWT dengan membawa Haqqul ’adamy, dan juga siapa yang pernah disakiti oleh saya dengan ucapan… atau di rasanin (red.) maka balaslah sekarang. Akan tetapi para sahabat semuanya diam, dan mereka menangis karena tahu bahwa tidak lama lagi akan berpisah dengan baginda Nabi SAW. (red).

Tampak Jama’ah SITQON khusuk membaca Istighotsah SITQON di Desa Toronan Pamekasan
Tampak Jama’ah SITQON khusuk membaca Istighotsah SITQON di Desa Toronan Pamekasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*