Materi “Akhlaq Murid terhadap Guru Mursyid” di bahas SITQON Lumajang

Jama'ah SITQON Lumajang bersholawat di Madin Ibrahimiyah
Jama’ah SITQON Lumajang bersholawat di Madin Ibrahimiyah

Kegiatan rutinitas “Dzikir Khotmil Khwajagan Naqsyabandiyah Gersempal” Pengurus Cabang SITQON Lumajang, kembali terlaksana (17/3) di Madrasah Ibrahimiyah atau Kediaman KH. Mohammad Mas’ud (Imam Khwajagan Naqsyabandi Mudzhari Gersempal untuk Wilayah Lumajang). Majlis Rosulullah ini dirangkai dengan berbagai agenda, diantaranya: Sholat Maghrib berjema’ah, Pembacaan Sholawat Tawassuliyah, Dzikir Khotmil Khwajagan, Sholat Isya’ berjema’ah, serta Pembacaan Sholawat Nabi SAW ala Mahallul Qiyam.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Mohammad Mas’ud (Gus ‘Ud) menyampaikan Kajian Kitab “IBNU BINTI Al-MILLAQ” dengan materi AKHLAQ MURID kepada Guru Mursyid. Beberapa hal yang disampaikan antara lain; “Bergurulah secara totalitas dengan segenap tata krama keguruannya, niscaya nur yang mengalir ke dalam hati tidak akan pernah beranjak. Kemudian lanjutnya; “Anda akan akrab bersama Allah setelah mengakrabi guru. Sebagian tata krama ketika kepada guru adalah :(1) Tidak berbicara, menguap, tertawa dihadapan guru jika tanpa ijinnya; (2) Jangan plengas-plengos (bhs. Jawa) dihadapan guru; (3) Jangan buang ingus dan mengeluarkan dahak serta meludah dihadapan guru; (4) Jangan menselonjorkan kaki dihadapan guru; (5) Jika dihadapan guru, menunduklah jangan menolah menoleh, jangan pukul-pukul nyamuk, tapi duduk tenanglah; (6) Jangan berbicara terlebih dahulu jika belum dipersilahkan atau ada udzur; (7) Jika sowan kepada guru, lepas alas kakinya; (8) Jangan masuk ndalemnya jika tanpa ijin; (9) Jangan teriak salam dari luar rumah, namun tunggulah atau meminta tolong keluarga ndalem untuk menyampaikannya. Sementara itu pembahasan mengenai tatakrama yang paling buruk kepada Guru; (1) Berbohong/tidak jujur; (2) Menolak perintah gurunya; (3) Melanggar terhadap istrinya guru serta putra/putrinya; (4) Menghalangi kesenangan guru; (5) Melakukan sesuatu yang menjadi murka guru; (6) Tidak menepati janj; dan termasuk prilaku buruk lainnya. Kemudian Gus ‘Ud menambahkan bahwa jika hal tersebut tidak dijalankan murid, niscaya sulit menjadi manfaat, bahkan yang banyak menjadikan kuwalat, naudzubillah.

Pengurus SITQON Lumajang berharap bahwa kegiatan ini akan terus berjalan ila yaumil qiyamah. Dan menjadi jalan untuk mendapatkan Barokah Para Masyayikh Naqsyabandiyah, Syafa’at Rosulullah SAW, serta Ridho Allah SWT. (by @Kangmas)

Tampak Pengurus dan Jama'ah SITQON Naqsyabandi Gersempal untuk Kabupaten Lumajang sedang beramah-tamah
Tampak Pengurus dan Jama’ah SITQON Naqsyabandi Gersempal untuk Kabupaten Lumajang sedang beramah-tamah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*