Mursyid Thoriqoh: “Rosulullah SAW, pertama masuk ke madinah menanamkan 4 dasar”

Tampak jama’ah SITQON sedang mengikuti Sholat berjema’ah di PP. Darul Ulum II Al-Wahidiyah Gersempal Omben Sampang

Al-Mursyid Al-Kamil Al-Arif Billah Hadrotus Syeikh KH.R. Ahmad Ja’far Abd. Wahid Qs menyampaikan, “…. bahwa pertama kali Rosulullah SAW masuk ke Madinah dengan empat dasar, sehingga orang yahudi yang bernama Abdullah bin Salam pada waktu itu yakin bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT, kemudian dirinya menyatakan dan masuk Islam kepada Rosulullah SAW. Empat hal tersebut di sabdakan beliau SAW ketika di Kuba: (1) أَفْشُوْا السَّلَام sebarkanlah salam (2) وَأَطْعِمُوْا الطَّعَام berilah makan (3)  وَصِلُوْا الْأَرْحَامsambunglah silaturrahim (4) وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَام  sholat malam ketika manusia sedang tertidur… Untuk itu apabila bertemu dengan sesama muslim ucapkanlah salam. Pahala salam tersebut ada yang 10, ada yang 20, dan ada yang 30. Pada suatu ketika Rosulullah SAW duduk dengan para sahabat, ada salah satu sahabat mengucapkan salam “Assalamu’alaikum” kemudian beliau SAW menjawab “Wa’alaikum salam” kemudian beliau SAW bersabda ‘Asyaroh atau sepuluh. Tidak lama kemudian datang lagi sahabat lainnya dan berucap “Assalamu ‘alaikum Wa Rahmatullah” kemudian dijawab oleh Rosulullah SAW “Wa’alaikumussalam Wa Rahmatullah” kemudian lanjut beliau SAW ‘Isyrin atau duapuluh. Kemudian datang lagi sahabat dan berucap “Assalamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barokatuh” kemudian beliau SAW menjawab salam tersebut “Wa’alaikum Salam Wa Rahmatullahi Wa Barokatuh” dan bersabda “Tsalatsin” atau tiga puluh.

Maknanya apa dalam hal ini? Buatlah kedamaian, ketentraman sesama muslim jangan bertengkar serta ucapkanlah salam. Makanya mengucapkan salam itu sunnah sementara menjawabnya adalah wajib…… Kemudian berilah makan orang yang butuh (وَأَطْعِمُوْا الطَّعَام), atau misalnya pahalanya tersebut kita niatkan untuk ayah, ibu ….maka pahala tersebut akan sampai…  seperti dengan cara mengundang orang untuk memberi jamuan. Kemudian lanjut beliau (وَصِلُوْا الْأَرْحَام) menyambung silaturrahim, dalam istilah madura “neppong sanak” artinya berkunjung ke famili saudara yang semula renggang, akhirnya menjadi akrab…. (وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ  نِيَام) ketika tengah manusia sedang terlelap tidur, bangunlah untuk sholat malam… makanya dalam sebuah keluarga ketika seorang suami telah bangun malam, oleh Rasulullah SAW disuruh ajak istri untuk sholat malam juga, jika belum terbangun… percikkan air…” kemudian laksanakan dzikir… jika ikwan/akhowat telah sampai ke muroqobah, maka sebaiknya perbanyak melakukan muroqobah….”

Hadrotus Syeikh KH.R. Ahmad Ja’far Abd. Wahid Qs yang beliau merupakan Mursyid Thoriqoh Naqsyabandiyah Ahmadiyah Mudzhariyah Gersempal silsilah ke-46, (13/4) mengulas dengan luas dihadapan jama’ah SITQON berbagai hal seperti keutamaan dzikir dan lainnya, serta menghimbau kepada jama’ah SITQON untuk berpartisipasi pada pelaksanaan Haul Akbar Masyayikh Thoriqoh Naqsyabandiyah dan Malam Nishfu Sya’ban 1438 H pada tanggal 11 mei 2017 di PP. Darul Ulum II Al-Wahidiyah Gersempal Omben Sampang.

Kegiatan rutin dzikir bersama “Khotmil Khwajagan” di. PP. Darul Ulum II Al-Wahidiyah yang rutin dilaksanakan tiap malam Jum’at Wage ini, di akhiri dengan munajat “Ya Arhamarrohimin” Sholat Isya’ berjema’ah, serta tabarrukan terhadap Guru Mursyid.

Tampak Ikhwan Thoriqoh Naqsyabandiyah Gersempal bersama Guru Mursyid
Tampak Ikhwan / Akhowat mengikuti kegiatan dzikir bersama “Mubaya’ah dan Tawajjuh”

One Reply to “Mursyid Thoriqoh: “Rosulullah SAW, pertama masuk ke madinah menanamkan 4 dasar””

  1. Bagi saya yang nomor 4 berat dilakukan secara istiqomah kecuali bagi orang2 yang diberi keringanan oleh Allah SWT untuk melakukan amal kebaikan

    Semoga taufiq dan hidayah Allah selalu menyertai kita dengan barokah para aulia’ sholihin khususnya masyayikh naqsyabandiyah ahmadiyah muzhariyyin, amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*