PP. SITQON menghimbau untuk mengikuti Pemerintah dalam penentuan Hari Raya Idul Fitri 1439 H

Lajnah Falakiyah SITQON (Gambar Ilustrasi)

Pengurus Pusat Silaturahim Ikhwan Akhawat dan Simpatisan Thariqat An-Naqsyabandiyah (SITQON) menghimbau kepada seluruh Umat Islam di Indonesia dan khususnya kepada Jama’ah Naqsyabandiyah Mudzhariyah Gersempal atau Jama’ah SITQON untuk mengikuti keputusan pemerintah RI atau menunggu hasil keputusan sidang Istbat yang dilaksanakan oleh Kemenag RI dan Ikhbar PB. NU (Nahdlatul Ulama’) dalam penentuan Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

Salah satu Pembina SITQON atau Mursyid Naqsyabandiyah Mudzahriyah Gersempal Al-Arif Billah Hadrotus Syeikh KH. R. Ahmad Ja’far Abd. Wahid Qs. menyampaikan hal tersebut dihadapan jama’ahnya ketika memberikan Tausiyah pada acara Buka Puasa, Tarawih, dan Tawajjuh bersama yang dilaksanakan pada malam 23 Romadhon 1439 H yang bertepatan dengan tanggal 7 Juni 2018, yang dilaksanakan di PP. Darul Ulum II Al-Wahidiyah Gersempal Omben Sampang.

Menurut KH. Mohammad Yusuf, S.Ag (Lajnah Falakiyah SITQON): ”berdasar hasil hitungan Ijtima’ Akhir Romadhon atau konjungsi dalam ilmu falak itu jatuh pada hari Kamis Kliwon Tanggal 14 Juni 2018 Pukul 02.45.00 dini hari, jadi menurut ilmu hisab dari adanya ijtima’ tersebut, itu biasanya membutuhkan minimal 6 jam kedepan untuk untuk bisa menentukan atau masuk ke tanggal baru. Kemudian lanjutnya, ”karena ini ijtima’nya atau konjungsinya pada pukul 02.45.00 dini hari, maka sangat memungkinkan untuk masuk ke tanggal baru, karena itu maka tidak heran berdasar kalkulasi ilmu hisab yang pakai teori ephemiris itu tinggi hilal hakiki pada saat matahari terbenam, sebesar 8 derajat 5 menit dan 33 detik diatas ufuk, dan biasanya untuk 2 derajat saja sudah bisa melihat hilal dengan memakai alat modern. Nah ini sudah  8 derajat 5 menit dan 33 detik diatas ufuk maka menurut kalkulasi, mata telanjangpun akan bisa melihat ini jika tidak ada awan atau halangan lain orang yang melihat bulan ini, akan tetapi untuk resminya akan 1 Syawal 1439 H tetap menunggu keputusan resmi Pemerintah biar kita patuh pada hukum negara dan kalkulasi ilmu hisab sebuah ilmu yang mengantarkan bagaimana kita cara kita merukyah dan mengetahui posisi hilal, jadi karena sudah 8 derajat pada malam jum’at maka sangat mungkin lebaran semua ormas akan bersamaan pada hari Jum’at tanggal 15 Juni 2018.

Sementara itu, KH. Shohibuddin, M.Pd (Humas SITQON) dalam hal ini menyatakan bahwa pengurus SITQON kamis 14 Juni akan bergabung dengan Kemenag dan Perguruan Tinggi untuk mengikuti kegiatan Rukyatul Hilal dalam rangka penentuan 1 Syawal atau Idul Fitri 1439 H.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*