
Ketua PB NU yang juga menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur, yakni Drs. H. Saifullah Yusuf dalam Mauidhoh Hasanahnya menyampaikan: “Pada intinya, Thoriqoh mengajak orang masuk surga dengan rombongan” hal ini dipertegas beberapa kali pada awal sambutannya. Kemudian lanjutnya: “Karena ingin masuk surga secara rombongan, maka harus ada pemimpinnya yaitu mursyid atau dalam bahasa kita sebagai penerang yang mengarahkan dan membimbing jalan-jalannya sehingga pada akhirnya memperoleh Ridho Allah SWT. Mursyid membimbing jama’ahnya untuk wara’ atau hati-hati dalam menjalankan perintah Allah SWT, menjauhi yang subhat dan haram, serta melazimi dzikir khusus sesuai tuntunan Mursyid”. Sehingga seorang Mursyid tentunya harus memiliki sanad dan silsilah yang akhirnya bersambung kepada Rosulullah SAW, justru dengan majlis-majlis dzikir dan haul masyayikh seperti ini Negara kita (Red: NKRI) diselamatkan oleh Allah SWT, sementara di Negara-negara Islam lainnya di timur tengah seperti Syuriah, Irak dan lainnya mengalami kehancuran”. Sambung Gus Ipul (sapa’an akrab beliau).
Hal ini disampaikan di hadapan ribuan Jama’ah SITQON di Masjid Agung Sampang dalam kegiatan Majlis Dzikir dan Haul Akbar Masyayikh Thoriqoh An-Naqsyabandiyah Mudzhari Gersempal yang dilaksanakan oleh Pengurus SITQON Pusat (Silaturrahim Ikhwan Akhawat dan Simpatisan Thariqat An-Naqsyabandiyah Gersempal), yang kegiatan ini juga dihadiri oleh Ulama’, Masyayikh, Habaib, Para Pembina SITQON Pusat, Pejabat Pemerintah, Imam Khwajagan Naqsyabandiyah Gersempal, dan Pengurus SITQON dari tingkatan Pusat, cabang, dan ranting.
Sementara itu salah satu Pembina SITQON Pusat yakni KH. Syafiuddin Abdul Wahid menyatakan bahwa diharapkan SITQON sebagai media silaturrahim Ikhwan Akhowat dan Simpatisan Thoriqoh Naqsyabandiyah berpegang teguh dengan Ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jam’ah dengan mengikuti Ajaran Nabi Muhammad SAW, para Sahabat, serta tradisi dan ajaran Ulama-ulama’ salafus soleh, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan harus menentang gerakan-gerakan Islam Radikal serta Fundamental, seperti ISIS, Wahabi Salafi, Jaringan Islam Liberal (JIL), Gafatar, dan gerakan lain yang mengatasnamakan islam yang hanya ingin menghancurkan Nusantara.
Menurut Ketua Panitia, KH. Nuruddin JC, bahwa sampai sa’at ini (setelah pembentukan hampir mencapai satu tahun), kepengurusan SITQON sudah terbentuk di 16 Cabang yang menyebar di Indonesia dengan berbagai program kegiatan yang dilaksanakan oleh Bagian Pendidikan dan dakwah, Bagian Humas, Bagian Media dan Informasi, Bagian Perekonomian, Bagian Seni dan Budaya, dan berharap kedepan pembentukan pengurus cabang dan ranting SITQON di kabupaten lainnya dapat terbentuk yang tujuannya di antaranya sebagai Syiar Islam, memasyarakatkan thoriqoh, membudayakan dzikir, dan berpartsipasi dalam pembangunan bangsa.
Dengan lantunan Sholawat Tawassuliyah, Sholawat Robithoh, dan dzikir bersama para Jama’ah bersama para Masyayikh, Habaib, Wagub Jatim, Bupati Sampang, serta tokoh lainnya larut dalam kegiatan. Selanjutnya, acara puncak dengan kegiatan Mubaya’ah dan Tawajjuh yang dipimpin oleh Al-Mursyidul Kamil Al-Arif Billah Hadrotus Syeikh KH. Ahmad Ja’far Abd. Wahid Qs. ( Mursyid Thoriqoh Naqsyabandiyah Ahmadiyah Mudzhariyah, dari Gersempal Omben Sampang).


Assalamualaikum… Salam silaturahmi.. Untuk daerah wongsorejo banyuwangi jawa timur SITQON sudah ada apa belum ?
Trimakasih mohon maaf atas kelancangannya..
Wessalamu alaikum
masih belum, tapi sudah ada rencana. mohon sambung do’anya