
Bagian Humas SITQON (Silaturrrahim Ikhwan Akhawat dan Simpatisan Thariqat An-Naqsyabandiyah Gersempal) Omben Sampang, yakni KH M. Shohibuddin memastikan akan mengikuti keputusan Pemerintah RI dalam menentukan 1 Syawal 1436 H.
Menurutnya opsi tersebut sengaja dipilih oleh jemaah tarekat Naqsabandiyah guna menyelarasakan pandangan dengan pemerintah, apalagi sejauh ini Nahdatul Ulama (NU), yang mejadi panutan mereka, juga menjadi salah satu organisasi masyarakat (ormas) yang dipercaya untuk ikut andil dalam penentuan 1 Syawal dengan melalui rukyatul hilal (melihat bulan).
Sementara menurut kajian tim Falaqiyah/hisab SITQON bahwa diperkirakan idul fitrih tahun ini kemungkinan besar jatuh pada hari jum’at 17 juli 2015 dengan posisi hilal apabila tidak terhalang oleh mendung kemungkinan besar bisa dirukyah bil fi’lih (Ijtima’ akhir romadhon 16 Juli 2015 pada hari kamis pukul 08.24 WIB), dengan melihat posisi ijtima’ ini, maka posisi hilal setelah matahari terbenam diperjkirakan 3 derajat lebih dan tertinggal sekitar 13 menit 33 detik, maka dengan pertimbangan hisab kemungkinan besar bulan bisa dirukyat, namun demikian kita tetap menunggu keputusan hasil sidang istbat.
Pernyataan ini juga dipertegas oleh KH.R. Syaifullah Ja’far, Ketua Bagian Pendidikan dan Dakwah SITQON, beliau juga meminta agar semua umat Islam di Madura tidak terpancing pernyataan pihak-pihak tertentu yang berencana menggelar Lebaran lebih awal dari keputusan pemerintah.
Dalam pernyataan yang sama, Km/Syamsul Arifin Kh Buchori Maksum, Ketua MUI Sampang, menyatakan “NU menjadi salah satu patokan yang selama ini seirama dengan jemaah tarekat Naqsabandiyah Mudhariyah Al Wahidiyah Gersempal Sampang. Oleh sebab itu, kami akan mengikuti NU dan pemerintah dalam menentukan 1 Syawal atau Lebaran,” tuturnya. Sebab dia meyakini, keputusan yang akan dikeluarkan pemerintah adalah keputusan yang mengakomodiasi perwakilan Ulama’, sejumlah ormas seperti NU dan juga Majelis Ulama Indonesia (MUI).