Mursyid Naqsyabandiyah: Ibarat Rumah maka hati harus rutin dibersihkan

Tampak Wakil Gubernur Jatim diapit oleh KH. R. Ahmad Ja’far Abd. Wahid Qs (Mursyid naqsyabandiyah), dan Pembina SITQON KH. R. Syafiuddin Abd. Wahid (tengah), serta KH. R. Zubaidi Muhammad (kemeja oranye).

Mursyid Thoriqoh Naqsyabandiyah Ahmadiyah Mudzhariyah Gersempal yakni Al-Arif Billah Hadrotus Syeikh KH. R. Ahmad Ja’far Abd. Wahid Qs. (Silsilah Mursyid ke – 46). Pada malam senin ba’da maghrib (3/9) telah mentawajjuh ribuan Ikhwan Akhowat Thoriqoh Naqsyabandiyah Gersempal (Jama’ah SITQON). Kegiatan tersebut di gelar dalam rangka Haul Akbar Masyayikh Naqsyabandiyah di PP. Nahdlatut Thullab Taman Anom Omben Sampang (kediaman KH. R. Zubaidi Muhammad).

Hadrotus Syeikh KH. R. Ahmad Ja’far Abd. Wahid Qs yang beliau juga sebagai salah satu Pembina/Penasehat SITQON memberikan tausiyah sekitar 1 jam di hadapan jama’ah dengan hal-hal penting yang berkaitan dengan thoriqoh dan ilmu tasawwuf (Red), diantaranya:

 … jika hati sudah kotor, orang tersebut tidak akan tahu dengan perkara antara haq dan barang bathil, haram dan halal, benar dan salah, yang penting hawa nafsu puas, semuanya akan dilakukan, tak perduli baik itu haram atau dosa. Sebab jika hati sudah kotor, dan hati sudah berkarat, maka hati sudah tidak bisa melihat lagi kepada kebaikan, sudah tidak bisa lagi melihat terhadap perkara yang bathil maupun haq, haram dan halal… …. Sebab itu, maka hati harus dibersihkan tiap hari pagi dan dan malam, ibarat rumah sebagus apapun kalau tidak pernah dibersihkan akan menjadi kotor, bahkan anker… (red), akan tetapi meskipun rumah itu kecil, kalau tuan rumahnya kreatif (pintar), tiap pagi dibersihkan dan malam dibersihkan akan menjadi bersih. Membersihkan hati, tentunya salah satunya dengan Dzikrullah (Red). di Dalam Naqsyabandi sebagai thoriqoh, membagi Dzikrullah (amalan: Red) pada 2 macam, ada dzikir Ismudzat, kemudian dzikir nafi isbat …

Setelah kegiatan tawajjuh usai, kemudian dilanjutkan dengan acara ceremonial yang dihadiri oleh para masyayikh, para Pembina SITQON diantaranya KH. R. Zubaidi Muhammad dan KH. R. Syafiuddin Abd. Wahid, serta Drs. KH. Saifullah Yusuf (Wakil Gubernur Jawa Timur). Gus Ipul (sapaan akrab KH. Saifullah Yusuf) memberikan sambutan dihadapan jama’ah SITQON, diantaranya keprihatinan beliau sebagai pemerintah, terhadap tragedi kemanusian yang menimpa etnis muslim suku Rohingya. Wakil Gubernur Jatim ini mengecam tindakan militer dan Pemerintah Myanmar yang telah menyiksa dan membunuh etnis Muslim Rohingya, karena jelas-jelas melanggar HAM dan bahkan bisa disebut juga sebagai pembunuhan massal. Untuk itu beliau mendesak dunia dan PBB segera turun tangan.

Ribuan Jama’ah SITQON mengikuti kegiatan Haul Akbar Masyayikh Thoriqoh Naqsyabandiyah di PP. Nahdlatut Thullab Taman Anom Omben Sampang
Tampak Akhowat Naqsyabandiyah Gersempal memadati areal Pesantren Nahdlatut Thullab Taman Anom Omben Sampang

 

4 thoughts on “Mursyid Naqsyabandiyah: Ibarat Rumah maka hati harus rutin dibersihkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*